KRISMEN TUMANGGOR

..

SELAMAT DATANG.....JANGAN LUPA BUAT KOMENTAR YA............

PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN



PENGARUH CAHAYA
TERHADAP
PERTUMBUHAN TANAMAN
PENDAHULUAN
   Perkembangan merupakan semua kejadian yang secara rinci mendukung/ berpartisipasi dalam pembentukan badan tumbuhan. Dalam perkembangan terjadi proses tumbuh dan deferensiasi. Tumbuh dapat didefinisikan sebagai pertambahan volume/ ukuran secara irreversible yang diikuti oleh pembelahan sel, pembentangan sel, sintesis protein, sintesis dinding sel, pembentukan sel dan lain- lain. Sementara diferensiasi merupakan modifikasi untuk memiliki fungsi khusus. Pertumbuhan pada tumbuhan tidak terbatas karena meristem pucuk yang selalu membelah dan menambah jumlah sel- sel. Sel- sel tersebut sebagian besar mengalami diferensiasi menjadi jaringan dewasa, sedangkan yang lain tetap bersifat embrional/ meristematik. Pertumbuhan menunjukkan suatu pertambahan dengan menghubungkan konsep- konsep yang menyangkut perubahan kualitas, seperti pengertian mencapai ukuran penuh (full size) atau kedewasaan (maturity) yang terkadang tidak relevan dengan pengertian proses pertumbuhan itu sendiri. Sedangkan perkembangan dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan teratur dan berkembang menuju kondisi yang lebih kompleks, atau dapat dikatakan sebagai suatu seri perubahan pada organisme yang terjadi selama siklus hidupnya, meliputi pertumbuhan dan diferensiasi. Dengan demikian perkembangan dapat terjadi tanpa pertumbuhan dan pertumbuhan dapat terjadi tanpa perkembangan, tetapi kedua proses tersebut sering bergabung dalam satu proses.
Pertumbuhan dapat diukur melalui parameter seperti pertambahan panjang, lebar, atau luas tetapi dapat juga diukur berdasarkan pertambahan volume, massa atau berat (segar atau kering). Sedang perkembangan merupakan perubahan- perubahan wujud secara bertahap dan berjalan sangat cepat. Senyawa organik yang disintesis secara endogen dan sangat berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan adalah hormon. Berdasarkan fungsi fisiologinya dikenal ada lima macam hormon pada tubuh tumbuhan. Dari kelima hormon ini dikelompokkan lagi menjadi dua, yaitu hormon yang bersifat memacu dan menghambat.

TUJUAN
Untuk membandingkan pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat yang berbeda (tempat terang dan tempat gelap).
Latar Belakang Teori:
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible, atau tidak dapat kembali ke bentuk semula. Perkembangan adalah peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh (metamorfosis) dan tingkat kedewasaan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan.
Tumbuhan yang masih kecil, belum lama muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji, dinamakan kecambah (plantula). Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Berakhirnya masa dormansi ditandai dengan dengan masuknya air ke dalam biji suatu tumbuhan, yang disebut dengan proses imbibisi. Imbibisi terjadi karena penyerapan air akibat potensial air yang rendah pada biji yang kering. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio yang menyebabkan biji tersebut melanjutkan pertumbuhan. Enzim-enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan pada endosperma atau kotiledon, dan nutrien-nutriennya dipindahkan ke bagian embrio yang sedang tumbuh.
Biji dapat berkecambah karena di dalamnya terdapat embrio atau lembaga tumbuhan. Embrio atau lembaga tumbuhan mempunyai tiga bagian, yaitu akar lembaga/calon akar (radikula), daun lembaga (kotiledon), dan batang lembaga (kaulikulus).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, salah satunya, yaitu faktor cahaya. Cahaya kelihatannya merupakan petunjuk utama yang memberitahu benih bahwa ia telah menembus tanah. Kita dapat menipu biji kacang hijau, sehingga biji tersebut bertingkah laku seolah-olah ia masih tetap terkubur dengan cara mengecambahkan biji dalam kegelapan. Dari keadaan tersebut, kami termotivasi untuk melakukan pengamatan terhadap pertumbuhan biji kacang hijau di dua tempat berbeda yaitu di tempat gelap dan tempat terang. Pemilihan tempat ini sudah melalui pertimbangan pada beberapa faktor, seperti yang telah disebutkan pada kalimat sebelumnya. Untuk itu kami membuktikannya dengan melakukan pengamatan seperti yang tercantum pada laporan ini.
ALAT DAN BAHAN
Alat :
* Polibet (2 buah).
* Kertas, pensil, penghapus, penggaris, (masing-masing 1 buah).
Bahan:
* Kacang hijau secukupnya (20 butir).
* Toples sebagai wadah (2 buah).
* Tanah secukupnya.
* Lidi secukupnya.
* Air secukupnya.
Langkah Kerja :
1.      Menyiapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Rendam kacang hijau yang akan ditanam selama 8 jam.
3.      Isi masing-masing polibet dengan tanah yang banyak dan jenisnya sama.
4.      Tanam 10 biji kacang hijau di masing-masing toples.
5.      Tancapkan masing-masing lidi yang telah diberi nomor jika kacang hijau sudah ada yang berkecambah (Buat sebagai tanaman pertama).
6.      Taruh satu toples di tempat terang.
7.      Taruh toples lainnya di dalam kardus sebagai tempat gelap atau di bawah tempat tidur.
8.      Siram biji-biji kacang hijau pada masing-masing toples dengan air secukupnya. Penyiraman ini dilakukan dengan frekuensi 1 kali sehari.
9.      Ukur batang kacang hijau, ketika muncul daun pertama pada tumbuhan kacang hijau tersebut.
DATA HASIL PENGAMATAN
UKURAN TINGGI TUMBUHAN DI TEMPAT YANG GELAP

Tanaman


     Hari ke….(mm)
1
2
3
4
5
6
7
Rata-rata
1
13
20
25
60
90
150
192

2
5
10
13
50
83
150
166

3
9
9
13
25
40
82
102

4
4
6
10
10
20
21
40

5
3
14
20
32
50
90
98

6
4
12
2
49
60
80
89

7
1
1
1
5
10
13
19

8
1
1
1
5
10
10
19

9
1
3
5
7
10
10
14

10
0
1
1
2
4
10
14

UKURAN TINGGI TUMBUHAN DI TEMPAT YANG TERANG

Tanaman


     Hari ke….(mm)
1
2
3
4
5
6
7
Rata-rata
1
0
1
5
7
13
18
20

2
0
1
3
5
10
13
16

3
0
0
2
6
10
14
16

4
0
1
3
3
7
9
12

5
0
0
3
7
12
19
24

6
0
0
2
5
7
9
13

7
0
0
1
1
3
5
7

8
0
0
0
0
0
0
0

9
0
1
1
2
3
4
6

10
0
2
2
3
6
8
13

PERTANYAAN
1.    Apakah ada perbedaan kecepatan tumbuh kecambah di tempat yang terang dan di tempat yang gelap? Jelaskan jawabanmu!
Jawab: Ada, tumbuhan yang ditempatkan di tempat yang terang lebih lama tumbuh karena horman giberelin dalam tumbuhan tersebut terhambat aktivitasnya karena cahaya matahari, sedangkan tumbuhan yang ditempatkan di tempat gelap pertumbuhannya lebih cepat tapi abnormal (etiolasi) karena dipengaruhi oleh hormon Giberelin yang cepat aktivitasnya.

2.    Apa akibatnya jika kecambah disimpan di tempat gelap, untuk waktu yang cukup lama?
Jawab:  Kecambah yang disimpan di tempat yang gelap untuk waktu yang cukup lama akan mengalami pemanjangan batang yang berlebihan, yang disebabkan oleh hormone Giberelin yang beraktivitas dengan cepat di tempat yang gelap, sehingga menyebabkan tanaman menjadi abnormal (etiolasi).

3.    Menurut anda manakah yang lebih baik bagi pertumbuhan tanaman, di tempat yang gelap atau di tempat yang terang?
Jawab: Menurut saya tempat yang baik untuk pertumbuhan tanaman adalah di tempat yang terang, karena proses fotosintesis berjalan dengan baik walaupun pertumbuhannya cenderung lebih lambat dibandingkan dengan tempat yang gelap, dan tumbuhan akan mengalami pertumbuhan yang baik dan seimbang, antara akar, batang, daun, dan buah.

4.    Jelaskan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman!
Jawab:
1.      Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis.
2.      Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung cepat, tetapi abnormal.
3.      Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan daun tanaman yang sedikit mendapat cahaya.
4.      Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya
5.      Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya



DAFTAR PUSTAKA
1.      Departemen P dan K, Biologi I, Proyek Buku Terpadu, Jakarta, 1984.
2.      Boedijin, K. B. Dr. dan kuperus, J.R. Terjemahan: Soeparman, Botani, cetakan 2, J.B. Wolters, Groningen, Jakarta, 1951.
3.      Dwidjoseputro, D., Pengantar Fisiologi Tumbuhan, PT. Gramedia, Jakarta, 1980.

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. thanks a lot , membantu sekalii .

    BalasHapus
  3. keren banget isinya. gak tau ya soalnya sama banget sama yang di kasih sama guru. copas yaaa

    BalasHapus